KIM Antirogo Ikuti Sabtu Kreatif di Wisata Pinus Sidomulyo, Dorong Peran KIM dalam Publikasi Program Daerah dan Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah PutihKIM Antirogo turut hadir dalam kegiatan Sabtu Kreatif yang diselengg
- Dec 06, 2025
- KIM ANTIROGO
- PEMERINTAHAN, LINGKUNGAN, EKONOMI KREATIF, PERTANIAN, INFO WARGA ANTIROGO
KIM Antirogo turut hadir dalam kegiatan Sabtu Kreatif yang diselenggarakan di PPG Wisata Pinus, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember pada Sabtu (06/12/2025).
Dalam kegiatan ini, Bpk Ilham Diskominfo Kabupaten Jember menyampaikan sambutan mewakili Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik Diskominfo Jember, Rachmat Agung Purnama, yang berhalangan hadir.Dalam sambutannya, Bpk Ilham menjelaskan bahwa Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan komunitas binaan Diskominfo yang memiliki tugas menjembatani informasi antara pemerintah kabupaten maupun desa/kelurahan dengan masyarakat, KIM juga menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam penyebaran informasi publik.
"Harapannya KIM dapat mempublikasikan seluruh program dan mengeksplorasi potensi yang ada di wilayah masing-masing, Ke depan, KIM berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Jember melalui publikasi informasi yang konsisten serta peningkatan kompetensi melalui pelatihan," jelasnya.
Ia menambahkan, konten yang diproduksi KIM tidak hanya berfokus pada agenda Sabtu Kreatif, tetapi juga kegiatan dan program di setiap kelurahan atau desa sehingga masyarakat dapat memberikan umpan balik secara langsung.
Selain pembinaan publikasi, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi terkait Koperasi Merah Putih (KMP) oleh narasumber Muhammad Lutfi selaku Sekretaris Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidomulyo, Ia menyampaikan bahwa KIM menjadi gambaran pemuda dan pemuda menjadi gambaran masa depan Jember, hadirnya KIM menjadi langkah nyata untuk mengoptimalkan potensi lokal desa.
KMP berlandaskan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Undang-Undang Dasar 1992 sebagai dasar perkoperasian nasional. Dengan prinsip “dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota”, KMP memiliki enam jenis unit usaha, antara lain gerai sembako, simpan pinjam, pergudangan, serta layanan apotek dan klinik.
Melalui akses distribusi langsung Range 1 dari pabrik ke koperasi, masyarakat diharapkan memperoleh harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau, merata, dan terhindar dari permainan harga,
KMP juga didorong untuk menggandeng UMKM sebagai mitra strategis dalam meningkatkan ekonomi lokal, bukan sebagai pesaing.
Lutfi menekankan bahwa publikasi menjadi aspek penting dalam memperkenalkan koperasi kepada masyarakat, Oleh karena itu, KIM memiliki peran esensial sebagai jembatan informasi digital agar masyarakat lebih memahami keberadaan dan manfaat koperasi.
“Dengan adanya KIM, desa bisa dikenal dan masyarakat lebih mengetahui potensi unggulan wilayahnya. Pada akhirnya, semua upaya ini akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Terkait pendirian KMP, terdapat tiga skema yang dapat diterapkan, yaitu pendirian baru, pengaktifan kembali, serta pengembangan koperasi yang sudah berjalan, Dan untuk KDMP Sidomulyo merupakan pengembangan dari usaha desa sebelumnya.
Pemerintah Desa Sidomulyo melalui Kepala Desa Kamiludin, S.Kep.,Ners juga memberikan kiat sukses penguatan koperasi yang membutuhkan tekad kuat dan komitmen bersama, Ia menyampaikan bahwa KDMP berperan sebagai subdistributor dari pabrik sehingga penjualan langsung ke masyarakat tetap melibatkan toko kelontong atau pengecer dengan harga yang sesuai dan terkontrol.
Kegiatan Sabtu Kreatif ini diharapkan menjadi langkah kolaboratif antara pemerintah, KIM, dan masyarakat dalam mewujudkan Jember Baru, Jember Maju, yang berangkat dari kemajuan desa dan peran aktif generasi muda.(red)